Aksara Karo


Tulisen/aksara Karo, adalah kumpulan tanda-tanda, karakter/simbol-simbol untuk menyatakan sesuatu, yang pemakaiannya dimengerti dan disepakati oleh masyarakat Karo itu sendiri. Tulisen Karo merupakan milik dari masyarakat Karo atau dengan kata lain, tulisen yang tumbuh dan berkembang dimasyarakat Karo serta tersebar luas, dipergunakan dan diajarkan di ruang lingkup Karo.

Tidak banyak literatur-literatur kuno yang dapat mendukung kapan aksara Karo itu mulai eksis dan dipergunakan secara luas di wilayah Karo, namun ada beberapa syair cinta, ramalan(katika), puisi, turi-turin(cerita), mangmang/tabas(mantra), kitab ketabib-pan, ratapan/rintihan(bilang-bilang), kitab mayan(beladiri), serta cerita sejarah adanya interaksi berupa surat-menyurat antara kerajaan Haru(Karo) dengan kerajaan-kerajaan lainnya, seperti: Johor, Malaka, Portugis, dan Aceh, walau tidak dijelaskan bahasa dan aksara apa yang dipergunakan.

Penggunaan tulisen Karo sudah sangat jarang, bahkan hanya tinggal sedikit saja orang yang mengerti dan mampu mempergunakannya. Hal ini mungkin diakibatkan imbas dari tergesernya keberadaan agama Pemena yang merupakan kepercayaan tradisional Karo.

Supaya tidak hilang dan di klaim suku lain ada baiknya juga kita pelajari aksara karo. Bagi teman-teman yang ingin belajar aksara Karo dari ORANG KARO, dapat mengakses secara online di alamat http://kamus.karo.or.id/aksara.php

Atau bagi teman-teman yang 'sudah lupa' atau tidak bisa bahasa karo, dapat juga mengakses kamus Karo Online di alamat http://kamus.karo.or.id/

Kedua alamat website yang saya sarankan untuk belajar aksara dan bahasa karo diatas adalah milik orang karo.

Semoga bermanfaat,

Rujukan :
- Bastanta meliala di http://unik.kompasiana.com/2012/02/04/tulisan-aksara-karo-436431.html
- http://karo.or.id