OverThinking, Aktifitas berpikir secara berlebihan

Otak,..saya yakin anda punya. Kita menggunakan otak untuk berpikir dan mempelajari hal yang baru hingga mengembangkan kemampuan untuk bertahan hidup. Terkadang kita cenderung memaksa otak untuk berpikir secara berlebihan. Seperti yg kita ketahui, kalau sudah berlebihan pasti akan berakibat negatif. Aktifitas berpikir secara berlebihan dikenal dengan Over-thinking, yang dikategorikan sebagai salah satu jenis gangguan psikologi/ psychological disorder.   

Overthinking terkadang bukan menyelesaikan masalah tapi malah memperumit karena semua hal terasa lebih buruk dari seharusnnya. Penyebabnya sangat beragam tapi biasannya terjadi ketika kita dalam kondisi harus mengambil keputusan, menentukan pilihan yang disertai pola pikir yang cenderung ke hal yg negatif.

Kita memikirkannya sesuatu hal (masalah) itu dengan berulang-ulang, lagi dan lagi secara terus menerus, namun tidak menemukan solusi. Tindakan ini membuat masalah yang sedang dipikirkan menjadi lebih rumit dan menguras tenaga, pikiran secara sia-sia sehingga menjadikan semua hal terasa lebih buruk dan menakutkan. Over-thinking ini tidak hanya menggangu kesehatan psikis seperti stress dan depresi tetapi juga berakibat langsung pada fisik

Dalam suatu penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2003 (UMICH), 73% penderita overthinking dari usia 25-35 tahun, 52% dari usia 45-55 tahun, dan 20% dari usia 65-75 tahun. Salah satu hal yang menarik dari penelitian tersebut adalah penderita dari kalangan usia lanjut relatif lebih sedikit. Suatu hal yang masuk akal, karena orang tua biasanya lebih bijaksana. Selain itu, jumlah penderita wanita lebih besar dari pria, yaitu sekitar 57%.

Orang yang selalu Overthinking, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Sangat sering memunculkan kata “Bagaimana jika” (what if), “Bagaimana nanti kalo begini, begitu”, dan sejenisnya ketika sedang memikirkan suatu permasalahan.
  • Memikirkan banyak hal sekaligus. Wanita adalah tipikal seperti ini, karena sering melakukan multitasking.
  • Lambat mengambil keputusan karena berusaha memikirkan semua hal dan kemungkinan.
  • Mengalami gangguan tidur.
  • Pendiam dan suka menyendiri.
  • Memikirkan hal-hal yang cukup serius saat waktu istirahat atau di tengah-tengah acara yang seharusnya menyenangkan seperti acara liburan keluarga di taman kota.
  • Perfeksionis, ingin selalu (mendekati) sempurna dalam segala hal
  • Tidak percaya diri dan suka membanding-bandingkan suatu hal dengan hal-hal yang lain.
Setelah mengetahui ciri-ciri tersebut, bagaimana cara menghindari overthinking? pada prinsipnya sangat sederhana, kita sebaiknya melakukan segala sesuatu secara proporsional dan tidak terlalu berlebihan. Selalu 'sadar' dan siap menghadapi adanya resiko dari suatu keputusan yang dibuat.

seumber : http://www.kaskus.co.id/thread/52c7a7a8faca17581e000217/bahaya-overthinking/

0 Response to "OverThinking, Aktifitas berpikir secara berlebihan"

Posting Komentar