Aliran Karo Ortodok dalam Diskusi di Dunia Maya


Saya perhatikan, dalam beberapa group diskusi Karo banyak sekali status, komentar rada menggurui. Kalau istilah yang biasa saya sebutkan 'Mario Mateguh Golden Way' yang umumnya disampaikan oleh orang kita Karo yg masih beraliran "Ortodok". . Menurut saya, Karo Ortodok ini tidak akan pernah terbuka untuk mencoba hal baru, akan terbiasa menggunakan tameng seperti kata-kata bijak, adat, budaya,perumpamaan dalam menanggapi sebuah diskusi.

Ketika berada pada kondisi yg tidak memungkinkan untuk memberikan tanggapan, sudah mentok, gagal mikir maka pasti mengeluarkan kalimat yg kurang lebih ingin memperingatkan bahwa hal yg sedang di bahas tersebut tidak bermanfaat, tidak berbobot, masih ada hal yg lebih layak didiskusikan, dan lain sebagainya, tetapi tidak mau membuka sebuah diskusi, kurang lebih hanya bisa menggurui yg sedang diskusi. Berikut beberapa contohnya;

"Labo lit gunana si bahas kena ena, pangen jumata si cangkuli" kalau di perhatikan, yg menyampaikan tersebut jelas-jelas membuang-buang waktunya saat mememberikan tanggapan tersebut dalam sebuah diskusi, apa sebenarnya yg dia inginkan? ini yg saya sebut Aliran Ortodok.

"Sitik pe labo kuakap penting si cakapken kena e, pangen ganti ku topik si deban yg lebih bermanfaat" ini juga sering saya perhatikan nyerocos dalam sebuah diskusi. Saya yakin kalau yg menyampaikan tersebut sudah mengikuti dari awal (silent reader), tapi gara-gara mentok tadi, memang tidak ada yg dapat dia sampaikan selain kata menggurui rada Mario Meteguh Golden Way dan menurut saya, tipe seperti ini juga penganut aliran Karo Ortodok.

"Si bahan kena ena kurang payo, kurang bagah, kurang bage!" tapi ketika kita balik bertanya bagusnya bagaimana? akan diam seribu bahasa. Kalau ini lumayan umum, bisa dikatakan sifat bawaan, dan menurut saya kalimat tersebut jg biasa sisampaikan penganut aliran Karo ortodok.

Uga Pendapat kena mengenai "Karo Ortodok" enda ndai kdkd? payo nge slit sifat i bagenda rupa, khsusuna bas diskusi-diskusi dunia maya.