Kartu Bahan Bakar Minyak (KBBM) Solusi Subsidi BBM Tepat Sasaran


Isu kenaikan  BBM (Bahan Bakar Minyak) oleh pemerintah pada akhir tahun 2014 sudah ramai diperbincangkan. Sebagian kalangan memaklumi hal tersebut namun banyak juga yang menentang. Pro dan kontra seperti ini sudah menjadi tradisi setiap ada rencana pemerintah dalam menaikkan BBM. Pertentangan selalu dipengaruhi oleh unsur politik karena kebijakan tersebut dianggap menyengsarakan rakyat.

Pada periode pemerintahan sebelumnya, alasan yang selalu digunakan untuk menaikkan harga BBM adalah subsidi tidak tepat sasaran. Untuk meredam dampak kenaikan BBM pemerintah pun mengeluarkan program seperti BLT, BLSM dan program lain yang katanya lebih tepat sasaran.

Pada pemerintahan Jokowi, tidak ada hal yang bersifat revolusioner. Cara dan alasan yang digunakan juga tetap tidak  berbeda dengan periode pemerintahan sebelumnya. Andalan jokowi untuk meredam dampak kenaikan BBM adalah 'kartu sakti' yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) hampir sama dengan program-program dalam pemerintahan SBY. 

Apakah program tersebut menjamin kesejehteraan hidup rakyat? saya rasa tidak karena sama saja rakyat dikasih 'ikan' tapi bukan 'pancing'  untuk menangkap ikan.

Pemerintah harus menaikkan BBM karena selama ini subsidi tidak tepat sasaran, rakyat kecil dan menengah atas mendapat subsidi yang sama. Dengan banyaknya kartu-kartuan (kartu sakti) yg akan diberikan pemerintah tidak menjamin dapat menyelesaikan pokok permasalahan yang sebenarnya. 

Jika subsidi yang ada sekarang tidak tepat, mengapa tidak dibenahi sistem pensubsidiannya? kalau memang pemerintah suka dengan 'kartu-kartuan', kenapa tidak diberikan saja KARTU BBM untuk mengontrol penyaluran sehingga tepat sasaran?

Penggunaan Kartu BBM (KBBM) tentu saja lebih masuk akal untuk mengatasi permasalahan yang sebenarnya. Cara sederhananya, setiap pemilik kendaraan bermotor diberikan kartu berdasarkan kelas masing-masing. 

KBBM dapat dibagi menjadi beberapa kategori tergantung jenis kendaraannya (sepeda motor dan mobil) dan juga kategori angkutan umum atau pribadi. Untuk kendaraan umum mungkin akan lebih murah, sehingga ongkos tiap menumpang akan relatif lebih murah. 

Prioritas KBBM adalah kendaraan umum, bila perlu dijual lebih rendah dan untuk kendaraan mewah tidak perlu memiliki KBBM. Pada setiap SPBU disediakan tempat tiap kategori tersebut (mungkin system ini yang masih perlu di kontrol)

Untuk lebih memaksimalkan kontrol, KBBM sebaiknya dilengkapi sistem e-Ticket (pembayaran elektronik) dengan kuota tertentu, sehingga dapat dikontrol penggunaan BBM tiap kendaraan. Sistem kerjanya hanya akan berfungsi pada mesin-mesin SPBU yang telah dilengkapi teknologi tersebut. 

Apakah hal ini sulit di aplikasikan? saya rasa sangat mungkinlah kalau memang permasalahan yg sebenarnya itu pada "Subsidi tidak tepat sasaran"

0 Response to "Kartu Bahan Bakar Minyak (KBBM) Solusi Subsidi BBM Tepat Sasaran"

Posting Komentar