Hantu Kolor Kuning Tewas Nungging Ketika Mengintip di Pemandian Umum

Sejumlah warga Warga Jalan Nenas, Kelurahan Sukamaju, Siantar Marihat(Senin, 8/12) tiba-tiba heboh.  Kejadian tersebut disebabkan hantu kolor(tukang mengintip) yang biasa ditakuti warga ditemukan tewas di balik tembok pemandian umum di pinggir Sungai Sibarambang.

Hantu kolor yang 'melegenda' tersebut ternyata Wismar Lumantoruan (46) ayah 3 anak yang tinggal di Kompleks Eks SMK Pembinaan, Jalan Dalil Tani Ujung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur. Wismar ditemukan tewas dalam posisi menungging dan hanya mengenakan celana dalam berwarna kuning saja. Dari posisi meninggalnya Wismar(menungging), diperkirakan tewas akibat serangan jantung saat menjalankan aksinya mengintip warga mandi di pemandian umum.

Tidak berselang lama ditemukannya mayat Wismar, Petugas Polsek Siantar dan ratusan warga turun ke lokasi Umbul(pemandian umum) Sungai Sibarambang. Lokasi Umbul Sungai Sibarambang langsung dipagari garis police line untuk selanjutnya mengidentifikasi mayat Wismar. Olah TKP yang dlakukan petugas, pada tubuh Wismar tidak didapati tanda bekas penganiayaan hanya saja dari kantung baju Wismar yang digeledah ada ganja dibungkus kertas nasi.

Untuk menyelidiki kematiannya hantu kolor tersebut, pihak petugas langsung memasukkan ke kantung jenazah, kemudian dievakuasi ke ruang Forensik RSUD Djasamen Saragih dan sepeda motor BK 2314 WS milik Wismar yang terparkir di lokasi, diamankan sebagai barangbukti.

HANTU KOLOR KUNING TUKANG NGINTIP MATI NUNGGING
Dari informasi yang diperoleh di TKP, Wismar awalnya turun ke Umbul Sungai Sibarambang. Lokasi Umbul Sungai Sibarambang memang sudah langganan Wismar menghisap ganja sekalian mengintip karena Umbul Sungai Sibarambang bersebelahan dengan tempat mandi dan mencuci kaum perempuan. Tetapi sampai siang hari, Wismar belum juga keluar dari pemandian umum tersebut.

Kecurigaan warga baru muncul ketika turun ke Umbul Sungai Sibarambang dan di sana hanya terdapat pakaian Wismar yang diletakkan di tembok sementara Wismar tidak kelihatan keberadaanya.

Beberapa warga mencoba memanjat tembok pemandian umum yang berketinggian sekitar2 meter. Warga begitu terkejut ketika melihat Wismar sudah mati dengan posisi menungging. Ketika ditemukan, posisi Wismar hanya memakai celana dalam berwarna kuning dan posisi kepala mencium tanah serta tangan memegang tembok sehingga menimbulkan kehebohan dan warga lantas memberitahukan kepada pihak kepolisian.

“Na mate mangintip do i lae. Holan mangintip do karejona dohot  marganja. Tempati nga jadi kattor na. Jadi molo hami dan heran. Annon molo dilarang mangamuk imana. (Red: Mati mengintipnya itu. Cuma mengintip kerjanya itu sambil berganja. Lokasi itu sudah jadi kantornya dan kami sudah tidak heran lagi. Kalau kami larang dia mengamuk),” kata warga setempat ketika menyaksikan kematian Wismar.

Keluarga Wismar yang kebetulan datang ke TKP mengakui bahwa selama ini Wismar tidak menderita sakit, tetapi kebiasaan Wismar bila sudah selesai mengantar istrinya jualan ke Pasar Horas akan selalu main-main ke lokasi pemandian umum itu. 

“Dia dua kali kawin. Pertama istrinya boru Pasaribu dan hasil pernikahannya punya 3 anak, kemudian Wismar menikah lagi sama boru Manurung dan pernikahannya kedua belum ada anak. Dulu rumahnya di Jalan Jambu air yang berdekatan dengan umbul sungai Sibarambang. Tapi sejak menikah dia tinggal di Jalan Dalil Tani Ujung,” ujar Pardede yang masih berkerabat dengan Wismar.

Informasi yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Jarosman Sinaga, pihaknya belum bisa menyimpulkan kematian Wismar karena masih menunggu hasil otopsi dan mayat Wismar untuk sementara masih diinapkan dikamar Forensik.

“Jelasnya tidak ada tanda bekas penganiayaan dan kita masih menunggu hasil otopsi sembari menunggu kedatangan istri dan keluarganya,” kata Sinaga.(metro24)