Pendemo Tunggal Tanah Karo, Membatalkan Aksi Mengkritisi Tupoksi Bupati

Latif Khan Purba (26) yang dikenal dengan julukan 'pendemo tunggal', membatalkan aksi mengkritisi tupoksi  Bupati dan Kadis PUD Karo (Jumat, 12/12). Warga Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat ini rencananya akan membagikan selebaran berisi tulisan untuk mempertanyakan tupoksi seorang Bupati dan Kepala Dinas di halaman kantor bupati Karo.

Latif menyebutkan, mempertanyakan tupoksi (Tugas, Pokok dan Fungsi) seorang Bupati dan Kepala Dinas bukan ranah utama dirinya selaku warga dari pedesaan yang notabene hanya seorang petani. 

“Sangat luculah kalau seorang Latif Khan untuk mempertanyakan tupoksi mereka,” katanya sambil tersenyum.

Latif menambahkan, sehari pasca pendifinitifan Terkelin Brahmana SH sebagai Bupati Tanah Karo, dirinya langsung membuat surat pemberitahuan aksi ke Kapolres Karo AKBP Togi Tambunan. Pada tanggal 9 Desember rute kantor bupati-DPRD-Polres Karo dan PN Kabanjahe dengan jadwal waktu dimulai pukul 09.00 WIB.

Latif juga mencuatkan informasi ke publik lewat jaringan sosial (facebook) dan media elektronik (Radio Irfa FM) bahwa saat melakukan aksi akan menggunakan alat musik tradisional Karo sejenis gong agar telinga para pejabat langsung peka.

“Saya sengaja mencuatkan rencana menggunakan alat peraga gong yang kerap digunakan pada prosesi adat ketika warga Karo meninggal dunia. Karena saya mengkaji tupoksi seorang Kadis PUD Karo Candra Tarigan ST selaku motor pembangunan sudah dead line, terbukti APBD 2014 banyak yang SiLPA," ujar Latif.

Penuturan Latif selanjutnya, sebelum membuat trik ‘menyadarkan’ pejabat karo tersebut, dia bersama salah satu wartawan Karo berinisial LAMS melakukan ziarah di makam pahlawan beberapa hari lalu, tepatnya di Hari Anti Korupsi Sedunia. Saat ziarah dan melakukan pembersihan salah satu pusara pejuang tersebut secara spontan muncul inisiatif melakukan trik baru.

“Nah, untuk sementara waktu saya sengaja menguji kemampuan dan ketegasan bupati baru dalam mengevaluasi kinerja jajarannya. Jika kedepannya masih terlihat pelaksanaan tugas para SKPD mengabaikan hak masyarakat, saya akan kembali turun ke jalan dan bakal demo di Istana Negara RI membuka aib pejabat Karo yang picik,” ujarnya.

Sementara itu, terkait tupoksi, Kadis PUD Karo Candra Tarigan ST, yang telah dimintai konfirmasi wartawan melalui surat minggu lalu hingga saat ini belum ada jawaban. (Harian andalas)