Budaya KRENISASI Marga oleh Orang Karo


Dalam Media sosial (facebook) sering sekali saya perhatikan orang karo yang menggunakan  marga (bahasa karo: merga) yang rada di plesetkan atau saya sebut dengan istilah 'KRENISASI'. Orang Karo yang sudah 'bermutasi akibat krenisasi ini, biasanya menambah ataupun mengurangi huruf dalam marga asli yang dimilikinya. Contoh, seperti membuat merga Charo, Caro padahal sebenarnya marga aslinya Karo-karo atau salah satu marga (sub merga) dalam marga Karo-karo. Ada juga yang membuat marga Poerba, padahal sebenarnya Purba. Ghinting aslinya Ginting, Linggana sebenarnya Sinulingga, dan lain sebagainya. 

"Apakah ini suatu fenomena gaya bahasa? pergeseran marga atau memang sudah banyak timbul marga-marga baru dalam suku karo?," ujar M Saleh Ginting dalam sebuah topik diskusi di Group Karo Dunia Maya.

Bertambahanya marga baru dalam suku karo sangat tidak mungkin, karena dalam tatanan Merga Silima  sudah jelas dicantumkan marga-marga apa saja yang ada dalam suku karo. Penabalan marga, pemberian marga kepada orang yang bukan suku karo juga harus menggunakan marga yang ada di Merga Silima.(silakan dibaca: Merga Silima dalam Suku Karo)

Kemudian, berdasarkan pengamatan saya, tujuan plesetan marga ini juga tidak diketahui secara pasti apa manfaatnya. Dari bentuk dan susunan huruf yang di gunakan mungkin lebih kepada keinginan agar terlihat lebih keren, modern, mengikuti jaman, tampil beda, merasa tingkat sosialnya diatas rata-rata orang karo atau bisa juga karena malu sebagai orang karo. 

Tapi, apapun tujuan dari krenisasi marga karo ini dampaknya pasti merugikan keberadaan dan tatanan marga yang sudah ada. Dengan banyaknya  tindakan krenisasi yang ditiru oleh generasi dimasa mendatang maka dapat menimbulkan lahirnya marga baru dan kerancuan ejaan pada tatanan sub Merga Silima, khususnya dari pandangan orang yang bukan berasal dari suku karo. 

Kita Cinta Marga Karo, Karo yang sebenarnya tanpa ditambah dan dikurang-kurangi.

Demikian sedikit pendapat saya mengenai Krenisasi marga ini, kurang lebihnya silakan diberikan pendapat anda. Semoga Karo kita ini dapat tetap bertahan dari tindakan krenisasi yang dilakukan oleh orang karo sendiri. Bujur ras Mejuah-juah kita kerina.