Jalan Nasional Kabanjahe-Tigabinanga-Kutabuluh Rusak Parah

Buruknya kondisi infrastruktur jalan nasional yang melalui kabupaten karo dapat disaksikan pada jalan penghubung Kabanjahe-Tigabinanga-Kutabuluh. Jalur sepanjang 6KM ini rawan kecelakaan, disebabkan kerusakan badan jalan yang cukup parah.

Selain kerusakan badan jalan, juga terdapat sejumlah lokasi longsor. Salah satu diantaranya terletak antara desa Sarinembah, Kecamatan Munte sampai dengan simpang Desa Perbesi hingga ke Jembatan Lau Mandin,  Kecamatan Tigabinanga. Disekitar lokasi tersebut, terdapat puluhan titik kerusakan jalan yang sudah ada sejak tahun 2013 hingga Desember 2014 dan belum ada tanda-tanda dilakukan perbaikan.

Jalan yang longsor tersebut diduga akibat tidak berfungsinya drainase sehingga sewaktu-waktu dapat mengancam setiap pengguna jalan, ujar anggota DPRD SU Jenny L Berutu melalui telpon selulernya(dikutip dari harianandalas, Jumat 23/1).

Ironisnya, pada beberapa titik yang baru selesai diperbaiki sudah terlihat mulai rusak. Kerusakan tersebut diduga akibat kelebihan tonase truk angkutan berat dan akibat drainase yang rusak tidak mendapat perbaikan secara bersamaan., ditambah lagi kadar aspal yang digunakan diragukan kualitasnya.

Pembangunan drainase sangat penting untuk diperhatikan pemerintah. Penyebab utama kerusakan aspal adalah air. Genangan dan rembesan air pada struktur tanah yang disebabkan drainase tidak berfungsi sangat menganggu kualitas pengaspalan. "Hal ini yang sangat disayangkan karena kurang diperhatikan pemerintah," sambungnya.

Disamping mengkritisi kerusakan jalan, Jenny L Berutu juga meminta instansi terkait khususnya pihak penegak hukum agar mengusut dan mengaudit anggaran pemeliharaan dan perawatan jalan nasional yang sudah dilakukan selama ini, Terutama pelaksanaan proyek APBN 2014 yang jumlahnya berkisar hampir Rp400 miliar.

Pengawasan  pelaksanakan proyek APBN di ruas jalan nasional (batas Tanah Karo-Aceh) jurusan Kabanjahe-Kutabuluh-Laubaleng-Laupakam  perlu diprioritaskan. Pengawasan harus melibatkan semua pihak. Selain pihak Kejatisu atau pihak Poldasu, pihak inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pusat diharapkan dapat mengupdate setiap kegiatan yang dananya ratusan miliar rupiah ditampung dalam APBN 2013-2014, ujar Jenny.

Jenny menambahkan, proyek pembangunan dengan multiyear contract (MYC) APBN 2013-2014 untuk pelebaran jalan nasional jurusan Kabanjahe-Kutabuluh dan Kutabuluh-Laubaleng dengan lebar jalan menjadi 6 meter dan pengerasan bahu jalan satu meter di kiri-kanan ruas jalan atau total menjadi 8 meter diharapkan tidak membuang-buang anggaran, tetapi benar-benar tepat sasaran dari segi kualitas dan kuantitas karena rakyat sangat membutuhkan.

Masyarakat juga kesulitan mengawasi secara langsung setiap proyek di jalur jalan nasional tersebut. Hal ini  disebabkan beberapa faktor, antara lain, Tidak adanya plank proyek, sulitnya menjumpai pengawas proyek termasuk Kasatker Penanganan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Medan hingga PPK, kata D Ginting yang merupakan praktisi pembangunan infrastrur jalan dan drainase di Kabanjahe.(harianandalas)