KMP dan KIH Bersatu, Jokowi blunder terkena Bola Panas

Calon Kapolri Komjen Budi Gunawan yang sudah ditetapkan KPK menjadi tersangka kasus rekening gendut mejnadikan iklim politik di Senayan berubah. Dua kekuatan besar, Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang selama ini bertentangan tiba-tiba bersatu.

Setidaknya sudah dua kali kubu KMP dan KIH satu suara menyikapi kebijakan Presiden Joko Widodo yang menyodorkan nama tunggal Kapolri Komjen Budi Gunawan.

Pertama adalah sepakatnya dua kubu untuk meloloskan uji kepatutan dan kelayakan, hingga menyetujui di paripurna bahwa Komjen Budi layak sebagai Kapolri.

Kedua kali ketika KMP dan KIH juga sama-sama mengkritik Jokowi yang melantik Wakapolri Komjen Badrodin Haiti sebagai Plt Kapolri. Jokowi dinilai melanggar UU Kepolisian Pasal 11 ayat 5 yang menjelaskan bahwa penunjukkan Plt harus dibahas dan mendapat persetujuan dewan perwakilan rakyat.

Meski sama-sama mendukung Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri, tetapi masing-masing kubu memiliki alasan berbeda. Alasan KIH adalah Komjen Budi merupakan amanah PDIP, sedangkan KMP ingin mengembalikan bola panas ke Jokowi karena mengingat status tersangka Komjen Budi Gunawan yang sudah ditetapkan KPK.

"Kami pakai jurus taichi saja, kembalikan bola panas itu ke Jokowi. Kalau Jokowi melantik Komjen Budi Gunawan maka akan berhadapan dengan KPK, kalau tidak dilantik kita (DPR) akan ajukan interpelasi. Karena kalau tidak dilantik Jokowi telah mempermalukan DPR," ucap anggota DPR Desmond J Mahesa di Senayan, Jakarta pada Kamis (15/1).(merdekacom)