Nekat, Rela Memotong Tangan Sendiri Karena Kecanduan Internet

Tindakan seorang pemuda asal kota Nantong, Tiongkok ini sangat nekat dan tidak masuk akal. Tangan kirinya sebatas pergelangan dipotong sendiri menggunakan pisau dapur karena ingin menghilangkan kecanduan internet.

Seperti di kutip dari kompas tekno(senin,9/2), Pemuda berumur 19 tahun yang nama aslinya tak disebutkan itu, ternyata berniat menyembuhkan diri sendiri dari dampak buruk kecanduan internet. Namun, tindakan yang ditempuhnya dapat dikatakan ekstrim dan membuat miris.

“Kami tak bisa menerima musibah yang telah terjadi. Ini benar-benar diluar dugaan. Dia seorang anak yang pintar,” ujar ibu sang pemuda.

Si ibu menambahkan, pada hari Rabu(4/feb) lalu anaknya itu sudah tidak berada di kamar sekitar pukul 11 malam. Diatas tempat tidurnya hanya terdapat lembaran kertas yang berisikan tulisan pemberitahuan.

“Ibu, saya pergi ke rumah sakit sebentar, jangan khawatir karena saya akan pulang ke rumah malam ini.” isi tulisan tersebut

Ternyata pemuda itu diam-diam ke luar rumah kemudian memotong tangannya di sebuah kursi taman dan memanggil taksi untuk berobat ke rumah sakit, sementara potongan tangannya ditinggalkan tergeletak begitu saja di tanah.

Beruntungnya, tim dokter di sebuah rumah sakit universitas setempat berhasil menyambungkan kembali potongan tangan sang pemuda setelah ditemukan dan dibawa oleh polisi. Walaupun begitu, belum diketahui apakah si pemuda nekat ini akan kembali bisa menggunakan tangannya seperti dulu(normal) atau tidak.

Maraknya pecandu internet

Tiongkok adalah salah satu negara yang penduduknya banyak menggunakan jaringan internet, diperkirakan sekitar 649 juta warganya aktif berinteraksi di internet(online). Sang pemuda nekat yang di indentifikasi dengan panggilan “Little Wang” tersebut merupakan satu dari sekitar 24 juta pecandu internet di negara tersebut.

Pecandu internet atau dikenal juga dengan web junkie merupakan orang yang terbiasa menghabiskan waktu di dunia maya sehingga aktivitas di dunia nyata sering terbengkalai. Pecandu internet umumnya masih berusia muda dan memiliki kebiasaan seperti jarang meninggalkan kamar tidur dan sering tidak masuk sekolah karena sibuk dengan kegiatan di internet.

Belakangan ini, di Tiongkok pun banyak bermunculan klinik dan pusat pelatihan ala militer untuk mengakomodir para pecandu internet yang ingin rehabilitasi.

Seorang psikolog bernama Tao Ran yang mengelola salah satu pusat rehabilitasi pecandu internet di Beijing mengatakan, terdapat sekitar 14 persen pemuda di Tiongkok kini diperkirakan mengalami kecanduan internet.

“Pecandu internet hanya melakukan dua hal, tidur dan online,” ucap Tao.

Dengan begitu banyaknya pecandu internet, tentu saja menarik perhatian pemerintah Tiongkok. Bulan lalu misalnya, pemerintah mengesahkan peraturan di mana orang tua bisa didenda jika membiarkan anaknya menggunakan perangkat elektronik untuk online dalam waktu lama.

Tao Ran melanjutkan, langkah-langkah yang lebih tegas perlu dilakukan dalam menyikapi para pecandu internet. Anak-anak di bawah umur 7 tahun sebaiknya dijauhkan dari internet dan game Remaja di bawah 18 tahun pun disebutnya perlu dilarang mak ke kafe internet.