Surat terbuka dari Tanah Karo(Sinabung) untuk Presiden RI Joko Widodo

 
Bencana erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo tidak kunjung selesai hingga sekarang. Nasib pengungsi dari desa  Sukameriah, Sibintum, Simacem dan Gurukinayan yang berada dalam radius 3 KM belum mendapat kejelasan dari pemerintah.  Realisasi dari kunjungan kerja Presiden RI ke ke Tanah Karo juga tidak memberikan solusi yang memadai, sebab sampai sekarang belum selesai juga pembangunan relokasi pengungsi di hutan Siosar.

Menanggapi tidak hal tersebut, di media sosial para pemerhati dan aktivis yang merasa memiliki tanggung jawab untuk membangun tanah Karo ikut menyuarakan supaya pemerintah pusat memberikan perhatian lebih kepada para korban erupsi sinabung. Berikut salah satu surat terbuka berupa laporan yang saya kutip dari Group karo Dunia Maya.

Bapak Presiden Jokowi yang kami sayangi dan hormati.
Pasca kedatangan Bapak ke Tanah Karo untuk melihat dari dekat bencana erupsi Sinabung dapat kami laporkan sebagai berikut.

1. Kondisi 3 desa sudah hancur lebur yang jaraknya hanya 4 km dari mulut kawah Sinabung, yaitu Desa Sukameriah, Sibintun dan Simacem dan jumlah penduduk sekitar 600 kk tidak memiliki rumah dan lahan pertanian sebagai mata pencarian utama hingga saat ini dan hal ini sudah berlangsung 5 Tahun.

2. Relokasi Hutan Siosar sebagai tempat lahan pengganti ke 3 Desa diatas hingga saat ini hanya tersedia 53 rumah siap huni tanpa ada lahan pertanian sedangkan pengungsi sekitar 600 kk belum termasuk pengungsi lingkar 5 km Sibabung yang jumlahnya sekitar kurang lebih 2000 kk.

3. Bencana Erupsi Sinabung telah berlangsung 5 tahun dan bantuan dan solusi dari Pemkab Karo dan Pemprov Sumut sangat minim sekali dan berkat kunjungan Bapak Presiden ke Tanah Karo ada solusi walau hal itu sangat lambat sekali sehingga nasib pengungsi menjadi tidak jelas dan mereka kini tidak memiliki masa depan dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

4. Bahwa Bencana Erupsi Sinabung telah menghancurkan kehidupan rakyat Kabupaten Karo di 3 Desa yakni Sukameriah, Sibintun dan Simacem yang masuk dalam zona 3 km telah hancur total dan menyusul pula Desa Guru Kinayan yang sebagian sudah terbakar. Desa Perbaji yang terus menerus di terjang lahar dingin. Desa Sigarang garang, Kuta Mbelin, Susuk, Sukanalu Teran, Mardingding dan desa desa lainnya sudah sangat terancam dengan erupsi Sinabung ini dan roda perekonomian mereka nyaris hancur. Demikian juga dengan desa desa dakam radius 15 km. Abu vulkanik sinabung juga telah menghancurkan lahan lahan pertanian rakyat sehingga berdampak gagal panen yang total nilai kerugisn yang di derita rakyat Karo sekitar 2 Trilyun pertahun yang hingga kini belum mendapat perhatian dan bantuan pemerintah.

5. Sejak 2 tahun lalu, kami tiada henti hentinya di masa jabatan Presiden SBY meminta agar erupsi Sinabung di jadikan sebagai bencana nasional atau penangannya langsung oleh pemerintah pusat dengan sebuah Keppres Team Penanggulangan Rehabilitasi Rekontruksi Bencana Sinabung dalam upaya melakukan tindakan tindakan cepat dalam memulihkan ekonomi, pertanian, pendidikan dan mental rakyat Kabupaten Karo sehingga mereka dapat merasakan amanat konstitusi Sila ke 5 Pancasila yakni Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Demikian laporan kami Bapak Presiden dengan harapan yang sangat besar untuk mendapat perhatian dan tanggapan dari Bapak dan atas perkenaannya kami mengucapkan banyak terimakasih.

wasalam
Salam hormat kami
Dari

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT KARO
Roy Fachraby Ginting SH M.Kn
Sekretaris Jenderal


Sumber: https://www.facebook.com/groups/DuniaKaro/permalink/905718052819272