10 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Tentang Virus Zika

Virus Zika yang sudah mewabah di benua Amerika menimbulkan keresahan di beberapa negara, termasuk juga di Indonesia. Disebabkan, media penyebaran virus zika adalah nyamuk Aedes aegepty yang notabene banyak juga ada di Indonesia.

Sekarang ini, virus zika sudah menebar di sekurang-kurangnya di 23 negara serta lokasi di benua Amerika serta kasus paling banyak diketemukan di negara Brasil. Diprediksi terdapat sekitar 1, 5 juta orang di Brasil yang terinfeksi virus Zika.
Nyamuk Aedes aegepty media penyebar virus Zika yang sedang diteliti di laboratorium(reuters)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, negara lain yang besar kemungkinan terserang epidemi virus zika yaitu Kolombia serta El Savador. Bahkan juga pemerintah di negara-negara Amerika Latin mengimbau beberapa wanita agar tidak hamil sampai dengan tahun 2018.(baca juga: Mengenal Virus Zika, Gejala Terinfeksi Virus Zika dan Cara Pencegahannya)

Lantas, apa sajakah yang perlu kitadi ketahui mengenai virus Zika? karoduniamaya.com merangkumnya dalam daftar di bawah ini :

1. Virus Zika dibawa oleh nyamuk Aedes aegepty. Virus Zika termasuk juga dalam keluarga flavivirus yang bersepupu dengan virus demam kuning dan chikungunya, serta demam berdarah dengeu.

2. Virus zika pertama kalinya diketemukan di Uganda dan juga Tanzania. Wabah Zika berkali-kali berlangsung di beberapa lokasi di Benua Afrika, Amerika serta Asia Pasifik.

3. Data dari Pan American Health Organization (PAHO) mengatakan, angka transmisi virus Zika meningkat mulai sejak 1 Desember 2015 sampai dengan 17 Januari 2016. Sebagian negara yang menginformasikan masalah peningkatan penyebaran virus Zika yaitu Brasil, Barbados, Kolombia, Honduras, Meksiko, Panama, Paraguai, Puerto Rico, Ekuador, El Savador, Guyana Prancis, Guatemala,  Saint Martin, Suriname, Guyana, Haiti, Martinique serta Venezuela.

4. Tanda-tanda ataupun gejala yang diakibatkan sesudah terinfeksi virus Zika antara lain sakit kepala ringan hingga sedang, mengalami ruam kulit, demam ringan, lesu tak enak badan, nyeri sendi dan radang selaput mata(konjungtivitis).

5. Tanda-tanda penyakit nampak pada 2 hingga 7 hari sesudah terinfeksi. Beberapa orang dapat mengalami komplikasi parah yang disebabkkan oleh virus zika.

6. Langkah paling baik mencegah ataupun menghindari penyakit virus Zika yaitu dengan memutus kontak nyamuk  Aedes aegepty dengan manusia. Dengan kata lain lakukan pemberantasan Sarang Nyamuk sebelumnya nyamuk bereproduksi.

7. Langkah awal yang dapat dilakukan untuk pencegahan yaitu dengan membatasi kontak dengan nyamuk memakai semprotan penghilang nyamuk, lotion anti nyamuk, tidur memakai kelambu, dan memakai jaring di jendela supaya nyamuk tak masuk ke tempat tinggal.

8. Usaha lain yang dapat dilakukan untuk memberantas virus Zika yaitu dengan meminimalisir potensi sarang nyamuk, seperti tutup area untuk menyimpan air yang sering jadi tempat jentik-jentik nyamuk.

9. Sampai sekarang ini, belum juga diketemukan vaksin yang dapat menyembuhkan virus Zika.

10. Meski belum diumumkan hubungannya dengan cara resmi, tetapi virus zika dijelaskan beresiko untuk ibu hamil lantaran dapat mengakibatkan mikrosefali pada janin, yaitu masalah saraf yang menyebabkan kepala serta otak bayi memiliki ukuran lebih kecil dari pada bayi normal.

Mulai sejak November 2015 lalu, negara Brasil mencatat 4180 kasus yang berhubungan dengan mikrosefali pada bayi yang lahir dari wanita hamil dengan infeksi Zika. padahal sebelumnya pada 2014, cuma terdapat 146 kasus mikrosefali, dan Sampai sekarang ini tercatat 51 bayi meningkat  akibat mikrosefali. (CNNIndoneisia. com)