Mengenal Virus Zika, Gejala Terinfeksi Virus Zika dan Cara Pencegahannya

Dunia kesehatan beberapa waktu terakhir tengah di gemparkan oleh suatu temuan virus yang cukup membahayakan serta mematikan. Nama virus tersebut adalah virus Zika.

Walau mempunyai nama yang disebut cukup cantik untuk suatu jenis penyakit, tetapi virus Zika dapat mengakibatkan penderitanya alami gejala-gejala layaknya penyakit demam berdarah. Oleh karenanya, banyak orang awam yg beranggapan virus ini sama dengan demam berdarah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berada di bawah naungan PBB dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sudah menyatakan bahwa virus Zika berbahaya, terutama jika sampai menular ke ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Virus Zika dapat mengakibatkan bayi yang baru lahir menjadi cacat dengan ukuran kepala yang lebih kecil dari ukuran normal karena otak sulit berkembang (microchepaly). Oleh karena itu, terhitung tanggal 22 Januari 2016, tercatat 22 negara yang masuk ke daftar travel warning karena penyebaran virus Zika yang semakin luas. 

Beberapa negara yang masuk dalam travel warning antara lain Brazil, Kolombia, Honduras, Martinique, Meksiko, El Salvador, Haiti,  Panama, Paraguay, Guyana Prancis,Suriname, Venezuela, Barbados,  Guatemala, Puerto Rico, Bolivia,  Saint Martin, Guyana, Ekuador, Guadeloupe,Cape Verde, di lepas pantai Afrika Barat dan Samoa di Pasifik Selatan.

Seperti dikutip dari situs resmi WHO, virus Zika sendiri sesungguhnya telah muncul di Uganda sejak tahun 1947. Temuan virus ini dideteksi dari tubuh hewan endemik Uganda yakni kera. Lalu virus ini nyatanya dapat menular pada badan manusia serta serangan dari virus ini juga makin meluas dari mulai negara-negara di Afrika, lokasi negara kepulauan Mikronesia, kepulauan Karibia, Amerika selatan, hingga pada tahun 2015 sampai di Jambi, Indonesia.

Penyebaran virus Zika ini diawali lewat media nyamuk Aedes aegypti yang masihlah satu family dengan virus penyakit demam berdarah, penyakit kuning, serta penyakit cikungunya. Hal tersebut mengakibatkan gejala terkena virus Zika sama dengan gejala demam berdarah yakni demam tinggi, tulang dan persendian yang ngilu, dan lemas serta lesu.
Nyamuk sebagai media penyebaran virus Zika
Sampai saat ini masih belum ditemukan vaksin yang dapat mengobati virus Zika. Satu-satunya vaksin yang digunakan saat ini adalah vaksin Rubella yang biasanya bermanfaat untuk mencegah cacat lahir.

Gejala terinfeksi Virus Zika
Sampai saat ini, hampir 80% orang yang sudah terinfeksi virus Zika tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Gejala yang paling umum terjadi adalah adanya demam dan ruam. Terkadang virus ini juga menyebabkan nyeri otot dan nyeri sendi dan sakit kepala serta nyeri di belakang mata dan konjungtivis (mata merah).

Oleh karena gejala terinfeksi virus Zika ini tergolong sangat ringan, maka seseorang yang terinfeksi virus zika jarang memiliki gejala yang dapat mengidentifikasi bahwa orang tersebut positip sudah infeksi virus zika. (baca: 10 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Tentang Virus Zika)


Perbedaan Gejala terkena Virus Zika dan Demam Berdarah
Sesungguhnya terdapat banyak gejala yang membedakan  antara virus Zika dengan berdarah penyakit demam berdarah, yakni :

1. Demam tidaklah terlalu tinggi dan berlangsung paling tinggi hanya 38 derajat celcius. Berbeda dengan penyakit demam berdarah, demamnya dapat berjalan begitu tinggi.

2. Bila di penyakit demam berdarah yang nampak yaitu bintik-bintik merah sekujur tubuh, tapi pada pasien penyakit Zika nampak sebagian ruam yang lebar dengan tonjolan tidak tebal. Kadang-kadang ruam ini beralih warna jadi merah tua.

3. Pasien penyakit Zika akan alami keluhan infeksi mata yakni mata kemerahan(konjungtivis) dibarengi dengan timbulnya ruam di bagian dalam kelopak mata.

Selama ini memanglah belum ada peristiwa dengan kandungan yang membahayakan menyangkut penyakit ini. Tetapi tak ada kelirunya bila Anda mulai siaga dengan senantiasa mengaplikasikan gaya hidup sehat serta bersih untuk mengurangi hadirnya nyamuk Aedes aegypti yang dapat menebarkan virus Zika. 
 
Vaksinasi Rubella
Vaksinasi Rubella kini diperuntukkan bagi anak-anak serta direkomendasikan juga untuk orang dewasa. Rubella dapat membantu mencegah keguguran pada wanita hamil, masalah jantung serta kebutaan dan gangguan pendengaran pada bayi yang baru lahir.

Jadi, vaksinasi Rubella juga belum spesifik untuk penghambatan virus zika. Namun pencegahan dengan cara minum banyak cairan dianggap dapat meredakan gejala yang timbul akibat virus Zika.

Cara Pencegahan Penyebaran Virus Zika
Seperti disampaikan sebelumnya, virus Zika menyebar dengan media nyamuk Aedes aegypti yang masih satu family dengan virus penyakit demam berdarah, oleh karena itu untuk mencegah penyebaran virus ini maka harus membasmi perkembangbiakan nyamuk dan mencegah penyebarannya.

Pencegahan virus Zika yaitu dengan cara membersihkan air bak kamar mandi minimal sekali seminggu, serta jangan membuang sampah, barang-barang bekas seperti kaleng dan botol yang bisa menyebabkan tergenangnya air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, salah satu langkah yang dapat diambil untuk mencegah penularan virus zika adalah dengan menggunakan obat anti nyamuk, baik yang berbentuk lotion, anti nyamuk bakar, semprot dan juga fogging(pengasapan). 
Ilustrasi cara pencegahan penyebaran dan perkembangbiakan virus Zika (int)

Ilustrasi cara memberantas virus Zika(int)