Pengacara Jessica: Enggak Berbuat Disuruh Mengakui Berbuat

Jessica Kumala Wongso yang sudah ditetapkan menjadi tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin, tidak dapat menahan tangisannya ketika dijebloskan ke penjara oleh polisi pada hari Sabtu(30/1/2016) jam 22. 30 WIB.

" Enggak berbuat disuruh mengakui berbuat, " ujar Yudi Wibowo Sukinto yang merupakan pengacara Jessica Kumala Wongso di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, mengatakan penyebab Jessica menangis.

Yudi menyampaikan polisi tak memberi salinan Berita Acara Pemeriksaan(BAP). Dia menilainya itu merupakan pelanggaran KUHP. Semestinya, kata Yudi, penasihat hukum tersangka sudah selayaknya diberikan salinan tersebut. " Kenapa? Takut? Jangan takut, harus di beri salinan. " (baca juga: Pakar Psikolog Forensik: Pembunuh Mirna Bukan Jessica Kumala Wongso)

Pemeriksaan hari ini, sambung Yudi, masihlah seperti waktu Jessica diperiksa sebagai saksi. Cuma ditambahkan masalah bon-bon pembelian. Jessica, tuturnya, tidak mengaku apa pun dalam pemeriksaan tersebut.
Foto Jessica Kumala Wongso(antara)
Di tanya masalah langkah yang akan dilakukan selanjutnya pasca penahanan, Yudi menyampaikan belum tahu.

Kemarin Sesudah diperiksa sekitar 12 jam, polisi mengambil keputusan untuk menahannya. Direktur Reserse Kriminil Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti menyampaikan dia sendiri yang menandatangani surat penahanan tersebut.

Krishna menuturkan, terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan sampai pada akhirnya Jessica ditahan oleh penyidik. Pertama yaitu alasan yang bersifat subjektif, yakni kekhawatiran jikalau Jessica bakal melarikan diri, mengulang tindakannya, atau menghlangkan alat bukti.

Kemudian pertimbangan kedua yaitu alasan objektif yakni unsur-unsur pasal digelar perkara yang di rasa memenuhi.

Tidak cuma itu, dalam pemeriksaan sepanjang 12 jam itu, penyidik temukan ada ketidaksesuaian pada keterangan Jessica serta  faktadan alat bukti yang sudah dimiliki tim penyidik.

" Penahanan berlaku selama 20 hari, jika penyidikan membutuhkan proses lanjutan maka kami akan meminta jaksa untuk melakukan perpanjangan masa penahanan, " kata Krishna.(cnnindonesia. com)