Astagaaa...Umur 13 Tahun Bisa Melahirkan Dengan Normal (di Bogor)

Awalnya saya juga tidak percaya ketika membaca beritanya di sebuah media online, tetapi memang beneran, ada yang bisa melahirkan dengan normal pada usia 13 tahun. Kelahiran bayi langka ini terjadi di Bogor(Jawa Barat) pada Selasa, 10 Februari 2015 sekitar pukul 17.30 WIB.  

Di Indonesia, tercatat baru terjadi tiga kali terjadi kelahiran seperti ini. Kelahiran bayi yang pertama diberi nama Merdeka karena lahir pada15 Agustus 2003 silam, kemudian pada 2011 lalu juga pernah terjadi kelahiran sejenis di Waikambas, Lampung dan diberi nama Andatu.
Ilustrasi bayi yang baru lahir(int)
Perihal kelahiran pada usia 13 tahun tersebut juga diakui oleh Direktur Taman Safari Indonesia (TSI), Jansen Manansang.

"Dan yang ketiga ini lahir di taman safari Indonesia lagi di awal 2015. Jelas adanya kelahiran badak ini menjadi prestasi tersediri untuk kita," jelasnya di Area Badak Putih, TSI, Bogor, Selasa (3/3/2015).

Selama hidupnya, badak tidak lebih dari lima kali berkembang biak. Hal ini disebabkan karena masa kehamilan badak ini memang lama, yakni sekitar 16 hingga18 bulan dan maksimal usia badak itu berumur hingga 35tahun.

"Gajah juga sama masa hamilnya 15 sampai 18 bulan, tetapi umurnya lebih panjang dari pada badak. Gajah bisa berumur sampai 100 tahun," ujar Jansen.

Kepala Kesehatan Hewan TSI, Yohana Tri Hastuti, menyampaikan perlakuan terhadap badak-badak di TSI dilakukan dengan hati-hati. Setiap pergerakannya diawasi oleh para penjaga.
Badak dan induknya di taman safari Indonesia(liputan6)
Badak putih betina bernama Rimba (13tahun) terpantau melakukan perkawinan dengan Merdeka yang juga lahir di TSI pada September 2013 silam. Dengan masa birahi selama 1 minggu dan perkawinan tersebut berlangsung satu hari penuh, sehingga rata-rata terjadi setiap 30 menit.

"dua bulan setelah masa kawin mulailah dilakukan pengamatan siklus 30 hari. Pemantauan dengan alat USG tersebut bukan hanya dilakukan oleh tim dari TSI seperti Dokter Hewan, staf Riset dan Konservasi, Kurator, serta para Keeper saja, namun juga melibatkan dokter hewan Agil dari Institut Pertanian Bogor (IPB)," tuturnya dia.

Selain itu di area kandang juga ditempatkan beberapa kamera pemantau CCTV yang dimaksudkan untuk memantau keadaan badak putih tersebut baik sebelum maupun sesudah kelahiran. Pemantauan ini dilakukan selama beberapa waktu oleh tim dari TSI. Hingga saat ini, bayi jantan tersebut masih ditempatkan di kandang karena harus menyusu pada induknya setiap 30 menit.

Untuk menambah nutrisi, para penjaga pun menambahkan pakan berupa kacang kacangan, wortel, dedaunan, pisang, serta biasanya diberikan rumput gajah sebanyak 100 kg per-harinya. Pemantauan pun terus dilakukan dengan melibatkan Iebih dari 5 keeper yang melakukan penjagaan siang dan malam secara bergilira.(liputan6)