Leadership Jokowi Tidak Jelas Arah Tujuannya, Kita Seperti Tidak Ada Komandan

Meskipun belum selesai perseteruannya dengan Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan), Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra melempar kritikan pedas kepada Presiden Jokowi. Pria kelahiran Lalang, Manggar, Belitung Timur 5 Februari 1956 ini menyebut kalau saat ini indonesia sedang dipimpin oleh pemimpin yang tidak tegas.

Akibat tidak tegasnya sikap presiden ini, otomatis membuat kinerja jajaran dibawahnya juga menjadi tidak jelas arahnya. Dengan tegas sekali, Yusril menyebut bahwa tidak ingin berada dalam pemerintahan meskipun dirinya diminta menjadi salah satu menteri di kabinet Jokowi-JK.
Foto Presiden RI Jokowi(int)
Seperti dikutip dari situs merdeka. com "Kalau ditawari masuk kabinet saya tidak mau. Jadi lebih baik saya di luar, tapi ini bukan persoalan kabinet, tetapi Presiden," ungkap Yusril ketika ditemui di salah satu rumah makan di Jakarta Selatan (Kamis, 4/2/2016).

"Karena leadership Presiden tak jelas arah tujuannya, kita seperti tak ada komandan. Saya tak mau jadi kabinet. Karena kabinet yang terpilih nanti pusing akan arahannya," ujarnya

Yusril menilai, bagaimana seorang menteri dapat bekerja dengan benar jika sang komandan tak memberikan arah yang jelas. Jadi, tungkasnya, bukannya persoalan latarbelakang si menteri yang berasal dari parpol atau luar parpol.

"Kalau tidak jelas, dengan sendirinya arah menterinya tak bisa berbuat banyak. Saya pun tak mau jadi menteri kalau pemimpinnya tak jelas," tuturnya.

Disamping itu, Yusril juga menuding Jokowi hanya melakukan pencitraan ketika mereshuffle kabinetnya. Padahal sebenarnya bisa saja momen mereshuffle kabinet digunakan Jokowi untuk membentuk struktur kabinet pemerintahan yang kuat.