Penggunaan Gadget dan Media Sosial Berdampak Turunnya Interaksi Antarmanusia

Pemakaian gadget untuk berinteraksi di media sosial sudah mengambil jumlah terbesar dalam kehidupan manusia. Efeknya, kwalitas hubungan antar manusia juga alami penurunan.

"Ini merupakan fenomena yang berlangsung di era gadget yang perlu kita cermati jangan sampai aplikasi smartphone, media sosial atau gadget malah turunkan kwalitas hubungan antar manusia, " kata pakar prilaku konsumen lulusan Western Sydney University Australia, Godo Tjahjono PhD, Selasa (2/2/2016).

Ia menyampaikan, sekarang ini pemakaian gadget mengalami perkembangan cepat serta Indonesia terdaftar sebagai satu diantara negara yang mempunyai tingkat pemakaian gadget atau ponsel pintar yang tinggi, rata-rata tiga jam perhari dan jumlah pemakaian paling besar yaitu untuk berinteraksi di media sosial.
Media Sosial (int)
Menurutnya, orang-orang Indonesia merupakan orang-orang komunal yang suka berkumpul, sama-sama berkunjung ke serta berkomunikasi satu sama lainnya. Di era digital sekarang ini, hal itu terwujud juga dalam dunia maya, orang-orang memakai media sosial sebagai sejenis etalase guna menyampikan status sosial serta pencitraan diri.

"Menggunakan gadget untuk menyampaikan pesan atau kepedulian juga menyangkut citra diri, ketika orang itu tergabung dalam group di media sosial atau chatting room," tuturnya.

Tetapi, lanjutnya menuturkan, pesan melalui media sosial atau gadget akan tidak pernah dapat membangun segi emosional yang sama dengan pertemuan langsung. Ditinjau secara psikologis, orang memiliki kebutuhan emosional yang dapat dipenuhi melalui exposure serta pengalaman.

"Pertemuan langsung tetaplah memiliki dampak yang tidak dapat tergantikan oleh ucapan melalui sosial media dan gadget. Karena itu, apabila kita mempunyai waktu dan kesempatan untuk bertemu secara langsung, lakukanlah, " ujarnya.(republika. com)