Mendesak, Peningkatan Jalan Nasional Medan-Berastagi

Tol (bebas hambatan) Jalan Letjen Jamin Ginting, Medan–Berastagi sudah dikaji pemerintah pusat, bahkan saat ini sudah mulai dilakukan studi kelayakan feasibility study (FS) pembangunan. Tol Medan-Berastagi merupakan skala prioritas, mengingat jalan satu-satunya Medan–Berastagi saat ini sudah tidak bisa dimaksimalkan lagi. Rawan longsor dan macat karena berbatasan dengan hutan.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai Jalan Nasional Paul Amos Halomoan menjawab permintaan Bupati Karo Terkelin Brahmana dan anggota DPRD, Thomas Joverson Ginting terkait mendesaknya peningkatan jalan nasional antara Medan – Berastagi di sela rapat koordinasi di Lt II ruang rapat Kemenkomaritim RI di Jakarta, Selasa (31/1).

Hadir dalam kesempatan ini Menkomaritim Luhut Binsar Panjaitan, tujuh bupati sekawasan Danau Toba, Arie Prasetyo Kepala Badan Pelaksana Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BODT), Kepala Balai Jalan Nasional Paul Amos Halomoan, Kepala Balai Wilayah Sungai II Sumut.

Dikatakan, Februari ini juga akan dilakukan pelebaran jalan Kabanjahe-Berastagi mengingat di sepanjang jalan ini juga dibeberapa titik kerap macet. Selain itu, perbaikan drainase jalan di sekitar Simpang Korpri sering menjadi langganan banjir setiap musim penghujan."Demikian juga di jalan nasional di Tigapanah akan dilakukan perbaikan drainase,"ujar Kepala Balai Jalan Nasional Paul Amos Halomoan.

Tingginya volume kendaraan melintas dan setiap saat terus bertambah dari beberapa kabupaten termasuk dari Aceh Tenggara dan Selatan menuju dan keluar dari Kabupaten Karo, sesuai penjelasan  Bupati Karo, maka Tol Medan- Berastagi merupakan skala prioritas.

Menurut Terkelin, peningkatan infrastruktur jalan Medan–Kabupaten Karo termasuk pentingnya jalan alternatif untuk mendukung pengembangan Danau Toba menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia berkelas dunia.

Selain itu Bupati Karo juga meminta kepada Kepala Balai Sungai Wilayah II Sumut agar dapat menambah alat berat guna normalisasi bantaran sungai yang akan dilalui lahar dingin Sinabung.

“Ini sangat penting sekali karena menyangkut keselamatan jiwa warga di sekitaran lingkar Sinabung yang rawan dilalui aliran laharan Sinabung,”katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Karo Terkelin Brahmana dan anggota DPRD Karo, Thomas Joverson Ginting, menyampaikan kesiapannya mendukung pengembangan dan pembangunan kawasan danau toba.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan, berharap kepada para bupati se-awasan Danau Toba agar dapat lebih memberikan atensi terhadap suksesi pengembangan dan pembangunan kawasan Danau Toba. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penyerap tenaga kerja terbanyak dan cost awal (modal) paling cepat kembali, namun pengembangan pariwisata ini tidak terlepas dari dukungan penuh masyarakat lokal sehingga perlu perlibatan masyarakat setempat di dalamnya.

"Kreasi dan inovasi dengan melibatkan atau memberdayakan masyarakat lokal mengangkat kearifan lokal masing-masing daerah seperti, pagelaran budaya, kuliner makanan lokal, peternakan, pertanian merupakan beberapa contoh yang bernilai jual bagi wisatawan,” ujarnya.(harianandalas)